Kamis, 13 Oktober 2016

Edy Rahmayadi Berjanji Akan Meminimalisir Jasa Asing

Edy Rahmayadi. (Foto: Juara.net)
JUARA.net - Pangkostrad Edy Rahmayadi kaget waktu mengetahui gaji pelatih jarang berlisensi A UEFA minimal Rp2 juta per kompetisi. Itu salah tunggal temuan yg membuatnya mau menyodok tim-tim pada negara kepada mengurangi pemborosan dana dgn memanfaatkan jasa wong asing.

Keinginan itu jadi prioritas mutlak Edy dekat menyelenggarakan PSSI bila terpilih sbg ketua mendunia pada Kongres PSSI, Senin (17/10).

"Nanti aku dapat bekerja serupa bersama Menteri Pendidikan bagi mendatangkan silabus pelatih seperti yg dipunyai Eropa, terpenting sekian banyak sekolah tinggi tinggi yg miliki fakultas sport, ujar Edy.

Dengan demikian, dia dapat merumuskan aturan supaya pelatih yg digunakan PSSI mesti lulusan akademi tinggi tersebut.

Tak cuma itu, dia juga dapat menyodok Menteri Pendidikan pada merumuskan program studi pelerai. serupa seperti pembinaan pelatih, program studi hakim berulang bakal dimasukkan di sekian banyak sekolah tinggi tinggi.

"Untuk sementara diwaktu, PSSI gunakan saja pendamai TNI dan Polri. Sementara pemimpin pertandingan lain mesti miliki ijazah belajar hakim pada dapat menasihati turnamen terus, kata laki laki berumur 55 thn ini.

Umum PSSI, Edy juga dapat memengaruhi pertolongan pemerintah pada mempromosikan jumlah gelanggang bertaraf global di semua belahan Indonesia.

"Saya dapat menghadap Menteri pada negara bagi menciptakan perikatan menyangkut pembangunan wahid arena lapang sepak bola di tiap-tiap propinsi. Lapangannya mesti sekelas gelanggang Gelora Bung Karno," katanya.

Penambahan gelanggang, akan Edy, bakal amat menyarankan perusahaan sepak bola Indonesia. tidak hanya menumbuhkan bibit-bibit pesepak bola bujang, kenaikan jumlah gelanggang berkwalitas tengah dapat menjunjung jumlah peminat sepak bola dekat negeri.

Berbicara permasalahan pecinta sepak bola Indonesia, Edy menyinari rivalitas supporter di sekian banyak belahan negeri Air. sebab itu, beliau masih berencana mencetak badan supporter di internal PSSI.

"Dalam pelaksanaannya, badan pendukung itu mesti berikan reward terhadap pendukung yg kreatif dan tidak ricuh, sedang berikan punishment terhadap supporter bangor, katanya.

Edy semula menimbang-nimbang melakukan pembinaan supporter dengan cara teratur dan memperketat pengamanan di tiap-tiap kejuaraan.


EmoticonEmoticon