Selasa, 04 Oktober 2016

Mengembalikan Hakekat Pekan Olah Raga Nasional (PON)

Kembalikan arti PON!
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:28 WIB

JUARA.net - minggu latihan jasmani Nasional (PON) XIX 2016 telah berlalu. Api yg menyala di kaldron selagi 13 hri sejak 17 September 2016 telah padam sesudah pengantara Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, dengan cara valid mencurangi hajatan latihan jasmani multievent paling bergengsi di daerah Air ini terhadap Kamis (29/9/2016).

Jawa Barat sebagai tuan hunian jadi jagoan mendunia sekaligus menciptakan rekor juga sebagai kontingen dgn perolehan medali terbanyak sepajang peristiwa PON, adalah 217 emas, 157 perak dan 157 perunggu. Mereka melalap dua pesaing beratnya yg mempunyai kebiasaan jawara, yaitu Jawa Timur jawa timur( dan DKI Jakarta.
Logo PON Jawa Barat
Jatim, yg jadi jawara buat PON Kaltim 2008, cuma menyatukan 132 emas, 138 perak dan 134 perunggu maka kaya di seri ke-2, lagi pula DKI yg bermartabat jawara berkukuh sesudah unggul PON Riau 2012, mesti puas di rentetan ke3 (132 emas, 124 perak, 118 perunggu).

Euforia hajatan sport empat tahunan ini serta mogok dan terbentuk sekian banyak rekor, termasuk juga rekor dunia, seperti klaim Ketua pamong PON 2016 yg kembali Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. beliau mengakui, di tukas nista penyelanggaraan event terkandung, tersedia keberhasilan prestasi yg ditunjukkan oleh terciptanya 89 rekor PON, 33 rekor nasional, tunggal rekor SEA Games, 22 rekor Asia dan lima rekor dunia.

Sejumlah atlet jejaka bisa unjuk gigi. walau begitu, tidak dengan menafikan prestasi mereka, sepertinya dominasi atlet kelas pelatnas dan mendunia semula amat sangat susah diruntuhkan. sebaliknya, maksud penting PON ialah pembinaan atlet bujang yg dipersiapkan menuju jenjang yg lebih tinggi seperti SEA Games, sukses Games dan puncaknya bagi Olimpiade. Artinya, manfaat PON mewarisi degradasi lantaran jumlahnya propinsi memakai atlet berlabel bintang!

"PON mesti diubah. jangan sampai jadikan PON cuma yang merupakan etalase. PON mesti jadi arena kepada menambah sebanyak atlet supaya memperoleh prestasi di SEA Games atau rasanya Olimpiade," tutur representatif Ketua bagian Kesejahteraan tersangka latihan jasmani KONI pusar, Mahfudin Nigara, pada Forum Diskusi BOLA, dua hri buat pembukaan PON ja-bar ini.

Nigara mengkritisi pengelolaan PON yg telah bergeser awal maksud utamanya yang merupakan arena pembinaan. lantaran, sebanyak atlet pelatnas, termasuk juga atlet Olimpiade Rio 2016, ambil bagian.

Hal senada di sampaikan oleh sirah sektor Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky. ia berharap sebagian atlet bulu tangkis yg telah menurunkan pelatnas tak kembali demo bagi PON, sebab orientasi mereka telah mesti menuju menang Games atau Olimpiade.

"Mereka yg menyertakan PON itu adalah pemain-pemain yg terus masuk jenjang pertandingan. Pemain-pemain PON yakni mereka yg tak berkesempatan main-main dekat turnamen-turnamen umum, ucap peraih medali emas nomer rangkap putra guna Olimpiade Atlanta 1996 ini, finis program BRI share racket jawara di Jakarta, Sabtu(1/10/2016).

Menurut Rexy, nyali seputar atlet pembinaan di negeri serentak gelisah saat berhadapan bersama atlet pelatnas. andal, buat perutusan sport bulu tangkis, sekitar pemain pelatnas mendominasi dan terlaksana mewarisi medali guna propinsi yg dibelanya.

"Bagaimana aku dapat menonton potensi atlet-atlet keluaran pembinaan wilayah jikalau mereka telah menghadapi pemain pelatnas. Mereka segera tak miliki roh bertarung dikarenakan menghadapi atlet pelatnas," ungkap Rexy, yg mengakui pihaknya tak berhak ikut campur perkara kebijakan terkait batasan atlet pada PON.

Pesta telah berlalu. sekarang saatnya lakukan kritik, sesudah unjuk banyaknya riak yg jadi titik pada hajatan event ini, bagus di dekat ataupun di luar lapangan.

Sebab, sekian banyak PON terakhir senantiasa menyisihkan kisah yg tak sedap, mulai sejak asal venue yg mubasir sampai minimnya atlet potensial yg terjaring karena kalah berkompetisi dgn seluruh penghuni pelatnas.

Tak ketinggalan kejadian klaim perlakuan tak setimpal juru pisah, maka karateka senior Umar Syarief menyatakan PON kali ini yaitu yg paling buruk sejak kiprahnya kepada event mirip guna 1996.


EmoticonEmoticon